Produk Organik Terbaik" alt="MilyunerClub" />

Antioksidan Pelindung Kesehatan

By Fauzan Humaidi S.Si Apt | Apr 1, 2009

Pada setiap proses metabolisme tubuh, terutama reaksi dengan oksigen terbentuk molekul dengan kekurangan elektron (tak berpasangan) di kulit luarnya yng disebut radikal bebas. Radikal bebas ini memegang peranan penting pada misalnya regulasi/pengaturan tekanan darah, pencegahan infeksi kuman dan eliminasi zat-zat asing.

Pembentukan radikal bebas dalam tubuh pada hakikatnya adalah suatu hal yang normal, malah dibentuk secara terus menerus karena dibutuhkan untuk proses tertentu. Tanpa radikal bebas kehidupan tidaklah mungkin misalnya radikal bebas berperan penting dalam ketahanan tehadap jasad renik dan dalam hati digunakan untuk merombak obat-obatan dan zat-zat asing beracun lainnya.

Syukurlah tubuh memiliki sistem pelindung tubuh luas dari antioksidan alamiah yang berfungsi mengendalikan reaksi radikal tersebut agar jangan sampai merugikan organ tubuh. Bila pengendalian ini gagal, karena pembentukan radikal bebas terlalu banyak sehingga terdapat kelebihan radikal bebas dan kekurangan relatif dari antioksidan didalam tubuh maka dapat terjadi stress oksidatif dengan kemungkinan kerusakan sel dan organ.

Antioksidan dengan demikian merupakan perlindungan terhadap kelebihan radikal bebas yang dapat terbentuk juga pada pembakaran tak lengkap dari zat-zat gizi dalam makanan. Antioksidan bekerja berdasarkan sifatnya yang mudah dioksidasi (menyerahkan elektron) dan dengan demikian menetralkan sebagian besar radikal bebas yang berlebihan tersebut.

Gangguan yang dapat ditimbulkan oleh radikal bebas yang berlebihan atau karena suatu sebab tubuh kekurangan antioksidan antara lain membran sel dan inti sel dapat dirusak yang mengakibatkan dipercepatnya proses menua jaringan serta terjadinya cacat DNA dan sel-sel tumor.

Lingkungan kita juga menghasilkan radikal bebas antara lain sinar ultra violet dari matahari, asap rokok, gas buang (asap) kendaraan bermotor dan pabrik dll. Radikal bebas berlebih yang didapat dari pengotoran lingkungan (polusi) itu tak selalu bisa dihindari dan sampai derajat tertentu dapat ditanggulangi oleh orang sehat. Tetapi, bila radikal bebas sudah terlampau tinggi atau daya tahan tubuh (imun) kurang baik maka dapat merugikan kesehatan.

Proses yang dapat membebaskan radikal bebas

1. Pembentukan energi tubuh
2. Pembelahan sel
3. Oksidasi lemak/protein
4. proses sistem imun
5. detoksifikasi dihati
6. obat-obatan
7. stress
8. merokok
9. polusi
10. sinar UV

Sumber Antioksidan

1. Vitaimi E, terdapat pada minyak sayur, biji gandum, buah-buahan, daging
2. Vitain C terdapat pada buah-buahan seperti jeruk lemon, stroberi, melon dan sayuran seperti tomat, sayuran berdaun hijau, brokoli, kembang kol
3. Vitamin A (karoten, likopen) terdapat pada susu dan produknya, kuning telur, hati, minyak ikan, sayuran hijau-jingga seperti wortel, tomat; sayuran hijau tua seperti berbagai jenis kol; bauh-buahan.
4. Flavonoida banyak terdapat pada wortel, jeruk, brokoli, kol, mentimun, bayam, tomat, merica, terung, kedelai, bawang, apel, teh hijau
5. Beberapa mineral yaitu selenium, seng

Bila konsumsi mineral, vitamin C dan E serta beta karoten cukup maka tidak diperllukan suplemen. Suplemen berupa pil, kapsul dll hanya diberikan jika makanan yang mengandung antioksidan belum memenuhi angka kebutuhan gizi yang dianjurkan. Dalam makanan sehari-hari antioksidan banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan. Sedangkan tempe dan ikan laut dapat memusnahkan atau meminimalkan pembentukan radikal bebas.

Leave a Comment

If you would like to make a comment, please fill out the form below.

Name (required)

Email (required)

Website

Comments

© 2007 ApotekerOnline.com, - WordPress Themes by DBT