Produk Organik Terbaik" alt="MilyunerClub" />

EFEK SAMPING OBAT

By Fauzan Humaidi S.Si Apt | Feb 25, 2009

Menurut definisi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO 1970) efek samping suatu obat adalah segala sesuatu khasiat yang tidak diinginkan untuk tujuan terapi yang dimaksudkan pada dosis yang dianjurkan

Obat yang ideal hendaknya bekerja dengan cepat untuk waktu tertentu saja dan secara selektif, artinya hanya berkhasiat terhadap keluhan atau gangguan tertentu tanpa aktivitas lain. Semakin selektif kerja obat, semakin kurang efek sampingnya.

Kerja utama dan efek samping obat, adalah pengertian yang sebetulnya tidak mutlak. Kebanyakan obat mempunyai lebih dari satu khasiat farmakologis, tergantung dari tujuan penggunaannya, efek samping pada suatu saat mungkin merupakan kerja utama yang diinginkan pada keadaan lain. Misalnya minoksidil dan finasteride yang telah dipasarkan sebagai masing-masing obat hipertensi/tekanan darah tinggi dan obat hipertrofi prostat. Kedua obat menimbulkan pertumbuhan rambut sebagai efek sampingnya, maka kemudian diluncurkan sebagai obat rambut.

Efek samping adakalanya tidak dapat dihindarkan, misalnya rasa mual pada penggunaan digoksin, ergotamin, atau estrogen dengan dosis yang melebihi dosis normal. Kadang efek samping merupakan kelanjutan efek utama sampai tingkat yang tidak diinginkan, misalnya rasa kantuk pada fenobarbital, bila digunakan sebagai obat epilepsi. Bila efek samping terlalu hebat dapat dilawan dengan obat lain misalnya obat antimual (meklizine, proklorperazin) atau obat anti mengantuk (kofein, amfetamin).

Kerja tambahan atau kerja sekunder adalah efek tak langsung akibat kerja utama obat. Misalnya antibiotika spektrum luas dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus, dan menimbulkan defisiensi vitamin atau supra-infeksi dengan jamur. Guna menghindarkan kerja tambahan ini biasanya terapi dilengkapi dengan vitamin kompleks atau obat fungistatik.

EFEK TOKSIK

Yaitu obat dalam dosis yang cukup tinggi dapat mengakibatkan efek toksik. Pada umumnya, hebatnya reaksi toksis berhubungn langsung dengan tingginya dosis, bila dosis diturunkan maka efek toksis dapat dikurangi pula.

EFEK TERATOGEN

Yaitu jika obat yang pada dosis terapeutis untuk si ibu dapat mengakibatkan cacat pada janin yang dikandungnya. Dari peredaran darah ibu semua zat gizi dan zat pertumbuhan masuk ke dalam sirkulasi janin dengan melintasi uri. Dalam peredaran janin obat akan bertahan lebih lama, karena sistem eliminasinya belum berkembang secukupnya.

Marilah berhati-hati sebelum minum obat. Bacalah cara dan jumlah obat yang harus diminum. Jika anda akan melakukan self medication untuk obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep dokter, selalu baca komposisi, khasiat, efek samping dsb yang terdapat di brosur/bungkus obat tersebut.

Bertanyalah kepada Apoteker di apotek tempat anda membeli obat.

Marilah menjadi konsumen kesehatan yang cerdas.

1 Comment so far
  1. obat | ApotekerOnline.com March 13, 2009 5:00 am

    [...] obat dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan dan dapat merugikan yang dikenal dengan istilah efek samping obat. Efek ini timbul pada penggunaan obat dengan dosis atau takaran [...]

Leave a Comment

If you would like to make a comment, please fill out the form below.

Name (required)

Email (required)

Website

Comments

© 2007 ApotekerOnline.com, - WordPress Themes by DBT