Puyer sebagai salah satu sediaan obat bukanlah termasuk bentuk sediaan obat yang harus steril. Bentuk sediaan obat yang harus steril adalah obat untuk injeksi.
Ada beberapa bentuk sediaan obat :
1. Padat : seperti tablet, pil, kapsul, dan puyer.
2. Semi padat : salep, krim, dan jelli.
3. Cair : larutan, suspensi, dan emulsi.
Semua obat yang digunakan melalui oral/mulut tidaklah harus steril. Mungkin bisa kita analogkan dengan makanan yang kita makan sehari-hari. Bukankah makanan kita juga tak steril ? Selama makanan tersebut bersih tentunya tak akan membuat kita sakit perut.
Selain itu -layaknya makanan- obat melalui berbagai proses dari mulut untuk sampai pembuluh darah.
Sedangkan obat injeksi harus steril karena langsung masuk pada pembuluh darah, sehingga jika ada bakteri/penyakit yang menyertai obat tersebut akan segera berefek pada kita.
Kriteria pemilihan bentuk sediaan peroral/melalui mulut untuk keperluan terapi sebagai berikut :
1. Sediaan yang memberikan efek terapi maksimal.
2. Sediaan yang memberikan efek samping minimal.
3. Sediaan yang paling mudah digunakan pasien.
Kecepatan obat diabsorpsi dari bentuk sediaannya adalah suntikan Intravena > suntikan intramuscular/sub kutan > larutan > suspensi > pulveres/puyer > kapsul > tablet > tablet salut > pil. Berdasarkan kecepatan melarut dan terabsorpsi bentuk puyer mempunyai keuntungan dibandingkan bentuk sediaan padat lain.
Jadi yang perlu diperhatikan dalam pembuatan puyer adalah kebersihan dalam proses pembuatan seperti pelaksana (apoteker/farmasis atau asisten apoteker), sarana (tempat, mortar dan stemper), dan kemasannya (kertas perkamen, plastic klip).
Sampai saat ini saya masih berpendapat puyer sebagai bentuk sediaan obat masih layak dikonsumsi. Meski demikian saya berharap suatu saat sediaan bentuk puyer tak perlu lagi disiapkan di apotek.
Banyak pendapat yang kita baca, menurut saya, mencampuradukkan antara layak tidaknya bentuk sediaan puyer sebagai sediaan obat dengan polifarmasi atau dengan layak tidaknya anak kita dapat obat karena sakitnya hanya common cold yang disebabkan virus yang merupakan self limiting disease.
Untuk polifarmasi (satu resep banyak obat), rasional/tidaknya obat yang akan kita konsumsi dan interaksi antar obat atau obat-makanan kita bisa tanyakan pada Dokter saat kita berobat. Bapak-Ibu Dokter akan dengan senang hati akan menjelaskan tentang penyakit kita dan obat yang akan kita konsumsi.
Selain itu kita juga bisa minta keterangan tentang obat yang akan kita konsumsi kepada Apoteker/Farmasis di apotek. Mintalah kopi resep setiap beli obat di apotek agar kita tahu obat apa yang kita minum
Marilah kita menjadi konsumen kesehatan yang cerdas.
If you would like to make a comment, please fill out the form below.
Komentar Anda