Produk Organik Terbaik" alt="MilyunerClub" />

JAMU, SEHAT TAPI PERLU WASPADA

By Fauzan Humaidi S.Si Apt | Feb 26, 2009

Risa Hermawati, S.Si., Apt.
Jamu adalah salah satu obat tradisional yang sangat mudah kita dapati. Mulai dari pelosok desa sampai perkotaan. Baik yang sederhana seperti jamu gendong, jamu racikan sampai produk industri yang modern yang sudah dalam bentuk minuman cair kaplet, tablet dan kapsul. Bahkan sekarang ini banyak sekali beredar produk-produk obat tradisional dari luar negeri baik dipasarkan secara umum maupun secara multilevel marketing (MLM). Beberapa konsumen lebih menyukai jamu daripada obat sintetis karena merasa lebih aman, terbuat dari bahan alami. Tujuannya untuk mengobati, mencegah penyakit , memulihkan kesehatan, menjaga kebugaran dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Jamu tidak hanya berasal dari tanaman tanaman. Menurut BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) jamu adalah salah satu bagian obat tradisional bahan atau ramuan bahan yang berasal dari bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Masih ada jenis obat tradisional lain yaitu obat herbal terstandar dan fitofarmaka.

Dalam memilih jamu hal pertama yang perlu diperhatikan adalah legalitas. Yaitu telah terdaftar pada institusi pemerintah yang berwenang, yaitu Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Produk yang didaftarkan akan mendapatkan nomor pendaftaran setelah melalui pemeriksaan yang mencakup keamanan bahan yang digunakan dan cara berproduksinya. Produk jamu yang sudah terdaftar memiliki nomor TR untuk produk lokal dan nomor TL untuk produk impor. Nomor ini harus tercantum pada kemasan luar produk.

Disamping nomor registrasi dalam kemasan juga mencantumkan nama jamu, komposisi, nama dan alamat produsen dan tanggal kadaluwarsa.Untuk komposisi di kemasan, umumnya sulit dipahami karena menggunakan bahasa latin, sehingga masyarakat perlu informasi yang lebih jelas. Juga penggunaan bahan lain seperti bahan pengisi, pemanis dan pengawet seringkali pada jamu tidak dicantumkan. Walaupun mungkin tidak semua jamu menggunakan bahan tambahan.

Kedua, untuk mengkonsumsi jamu bentuk cair, apakah cairan yang digunakan mengandung alkohol atau tidak, dan pemanis yang digunakan apakah memenuhi syarat atau tidak. Karena ada beberapa jamu yang dijual dalam bentuk ekstrak, dimana prosesnya ada yang menggunakan alkohol atau air. Jamu instan serbuk umumnya dalam bentuk kering sehingga sisa alkohol menguap, tetapi jamu cair bisa masih menggandung sisa alkohol. Anggur atau arak sering digunakan dalam campuran menyeduh jamu, yang tentunya mengandung alkohol dan kadarnya bisa sampai lebih dari 2 %.

Ketiga, adanya bahan kimia berkhasiat obat (BKO) dalam jamu. Terutama jamu yang mengklaim cespleng/sembuh seketika. Efek jamu tidaklah secepat obat kimia. Tujuan pencampuran untuk meningkatkan efek penyembuhan sehingga produk tersebut laris.

Jamu yang sering dicampur BKO adalah jamu pegal linu dan jamu rematik yang dicampur obat antinyeri atau antirematik seperti antalgin, parasetamol, asam mefenamat, fenilbutason dan lain-lain yang efek sampingnya mengiritasi lambung. Jamu asam urat dicampur allopurinol yang mempunyai efek samping reaksi alergi dan mempengaruhi fungsi ginjal. Jamu pelangsing dicampur fenfluramin dan sibutramin hidroklorida, yang jika tidak terkontrol akan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, bahkan bisa menyebabkan stroke.

Mengapa jamu tidak boleh dicampur BKO ? Karena minum jamu harus ada jeda dengan obat kimia. Pencampuran tanpa pengetahuan dosis, penggunaan tanpa resep dokter dan tidak sesuai dosis yang tepat akan timbul efek samping yang lebih besar. Tindakan ini juga tindak kriminal, karena melanggar UU Kesehatan yang melarang bahan kimia berkhasiat obat dalam obat tradisional. Dan yang lebih merugikan adalah produk jamu kita akan kalah bersaing dipasar ekspor. Walaupun sudah banyak produk jamu ber-BKO yang ditarik tapi masih banyak yang beredar di pasaran. Karenanya kita harus waspada terhadap produk-produk tersebut.

Marilah kita menjadi konsumen kesehatan yang cerdas.

Leave a Comment

If you would like to make a comment, please fill out the form below.

Name (required)

Email (required)

Website

Comments

© 2007 ApotekerOnline.com, - WordPress Themes by DBT